Senin, 02 Agustus 2010
Alasan Wanita Butuh Sahabat Perempuan
Ketika sudah memiliki pasangan, seringkali teman-teman se-geng jadi terlupakan. Sebab, si dia kini menjadi prioritas. Namun, sehebat apa pun pria yang sedang dipacari, ia tak akan mungkin menggantikan peran teman-teman perempuan. Entah untuk nonton bareng dan membahas serial Glee, atau curhat sepanjang hari di coffee shop.
Tentu, hal ini dikarenakan persamaan persepsi, kemampuan menggunakan bahasa yang sama, dan hal-hal lain yang menjadi ciri khas perempuan, yang membuat perempuan betah berlama-lama dengan teman perempuannya. Menurut Carmen Renee Berry, MSW, penulis buku Girlfriends: Invisible Bonds, Enduring Ties, teman perempuan adalah keluarga yang bisa kita pilih sendiri. Karena dengan teman perempuan, kita butuh melakukan hal-hal berikut:
1. Shopping
Siapa yang ikut senang ketika mendapatkan barang diskonan jika bukan teman perempuan? Menurut Berry, jika Anda ingin bisa saling bercerita serunya berburu barang sale, ketimbang hanya dibuntuti ke sana kemari oleh si dia, lebih baik ajak teman perempuan. Lagipula, tak peduli betapa kerennya pasangan, ia tak akan mengerti mengapa Anda harus membeli sepatu yang warna merah itu, dan bukan yang berwarna coklat.
2. Curhat
Ketika menghadapi masalah, entah itu dalam hal relasi dengan pasangan, pekerjaan, atau keluarga, cara paling pas untuk mendapatkan masukan adalah dari teman-teman perempuan. "Kita tidak harus menjelaskan panjang lebar kepada teman-teman perempuan, untuk mengerti apa yang dimaksud," kata Berry.
3. Nonton
Meskipun kita sudah berusaha keras mengubah cara berpikirnya, pria akan selalu menganggap kesukaan kita pada reality show itu tidak masuk akal. Namun itu tidak masalah. Si dia enggak harus selalu memiliki minat yang sama, kan? Justru ini bisa memanfaatkan situasi tersebut untuk bepergian bersama teman-teman perempuan saja.
4. Bahasa perempuan
Kemana tujuan menghabiskan malam minggu mungkin tidak begitu penting. Tetapi berada di tengah teman-teman yang sudah lama kenal, yang selalu mendukung dan memuji, bisa memberikan kebebasan yang menyenangkan. Kita bisa ngobrol dengan bahasa kita sendiri, dan mengingat cerita-cerita masa lalu yang membuat merasa muda kembali.
5. Perasaan senasib
Ketika merasa dikecewakan oleh pasangan, teman-teman perempuan selalu menjadi yang pertama untuk menerima keluh-kesah. Sebaliknya, ketika si dia memberikan kejutan, setia menemani ketika sakit, teman perempuan adalah orang yang menyadarkan betapa beruntungnya memiliki si dia.
6. Sex talk
Meskipun pria sering disebut sebagai mahluk seksual, mereka tak selalu punya jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kita seputar seks. Mereka juga tak akan pernah tahu bahwa kita ingin terus dianggap sebagai mahadewi, seperti ketika pertama berjumpa. Jadi ketika kita mengalami problem kesehatan, entah itu infeksi jamur atau benjolan di payudara, kepada teman-teman perempuan lah kita mencari jawaban.
7. Kejujuran
Iingat ketika hendak menghadiri suatu acara, dan kebingungan memilih pakaian, sementara si dia hanya mengatakan, "Sudahlah, yang itu bagus, kok!" Hm... ketika kita ingin tampil maksimal dan merasa nyaman dengan diri kita, bukan white lie semacam itu yang ingin didengar. Namun Berry memperingatkan, "Inti dari kritik membangun adalah memperbaiki hidup kekasih kita, bukan menjebak agar ia berubah."
8. Empati
Kita pasti membutuhkan orang-orang yang sudah mengalami apa yang kita alami. Ketika Anda mengeluhkan sesuatu, teman perempuan pasti mau mendengarkan dan berempati pada. Sedangkan pria merasa harus memberi nasihat atau jalan keluar. Ketika mengeluh si mbak di rumah sering mengambil cemilan tanpa ijin, teman perempuan pasti menanggapi keluhan seolah mereka juga mengalaminya. Bila kita mengeluh pada pasangan, ia pasti hanya mengatakan, "Ya sudah, simpan saja makanannya di lemari, lalu dikunci!"
(Sumber : Woman Day dan Kompas dengan sedikit perubahan)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar